Ada banyak pilihan smartphone saat ini dengan harga yang makin terjangkau, beragam pilihan sistem operasi, dan beragam fitur, mulai dari yang sekadarnya sampai yang high end. Saat memilih untuk memiliki smartphone, tentu ada banyak pertimbangannya. Biasanya saya akan berangkat dari apa yang saya inginkan, kemudian membandingkan antara anggaran dengan apa yang didapat. Spesifikasi merupakan hal yang utama untuk dipertimbangkan. Sistem operasi, ukuran dan jenis layar, kamera, prosesor, memori, ruang penyimpanan, baterai adalah hal yang utama.

Di samping fitur-fitur utama tersebut, bagi saya ada beberapa hal yang layak untuk menjadi pertimbangan namun kadang terlupakan dan agak menyesal/kurang puas di kemudian hari.

Pertama, kemungkinan untuk upgrade sistem operasi. Biasanya merk-merk yang besar smartphone android seperti Samsung, Sony, dan HTC menyediakan upgrade jika ada versi terbaru dari sistem operasi. Biasanya sih untuk smartphone kelas menengah ke atas. Adanya upgrade setidaknya ada kesempatan untuk merasakan fitur baru atau peningkatan kinerja yang lebih baik. Namun, versi upgrade belum tentu lebih baik daripada versi existing. Upgrade biasanya membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih baik, sehingga bila dipaksakan di hardware yang ada kadang malah menimbulkan keterbatasan, misalnya ruang penyimpanan yang menyempit atau malah menjadi lambat. Bagi kamu yang suka mengikuti perkembangan, tentunya kemungkinan untuk upgrade sistem operasi di masa depan menjadi layak untuk dipertimbangkan ketika membeli smartphone.

Kedua, kualitas audio dan headset. Nah, kalau ini kita perlu membaca review (beruntung kalau ada yang mereview headset) atau mencoba terlebih dahulu (milik teman atau barang display, hehe). Pengalaman saya membeli Acer E350, ternyata headsetnya mengecewakan. Suaranya cenderung cempreng dan kurang nyaman karena tidak ada busanya. Kalau kamu penggemar musik, tapi dana terbatas untuk membeli yang headset yang lebih baik, kualitas headset bawaan mungkin layak menjadi pertimbangan.

Ketiga, apakah kamera dilengkapi flashlight. HP menengah ke atas sudah pasti ada, biasanya. Namun kalau dana yang dimiliki terbatas, ada atau tidaknya flashlight patut menjadi pertimbangan. Memang, kualitas jepretan kamera dalam kondisi low light tidak serta merta menjadi meningkat signifikan tetapi bagi saya fungsi flashlight tidak sekadar memberi pencahayaan saat mengambil gambar tetapi dapat digunakan sebagai senter dalam keadaan darurat.

Keempat, shutter key. Bagi saya, mengambil gambar dengan menggunakan shutter key khusus lebih nyaman daripada menggunakan tombol shutter di layar. Adanya shutter key khusus memberi feeling menggunakan kamera sesungguhnya. Tren sekarang, kebanyakan smartphone tidak memakai sutter key khusus.

Kelima, kualitas GPS. Nah, soal GPS biasanya jarang direview oleh media. Yang utama dari fitur GPS di smartphone menurut saya adalah kecepatan mendapatkan sinyal satelit. Saya sendiri jarang menggunakan navigasi GPS. Namun sesekali suka ngetes kecepatan berkendara menggunakan GPS. Loading GPS yang lemot atau bahkan tidak menangkap sinyal sama sekali membuat saya kesal.

Keenam, kompatibilitas aplikasi (terutama game). Beberapa game tidak memberikan dukungan untuk perangkat tertentu. Bisa jadi karena spesifikasinya terlalu rendah. Atau bisa jadi, game tidak support untuk vendor smartphone tertentu karena kurang dikenal, walaupun secara spesifikasi memadai.

Enam hal itu mungkin bagi sebagian besar orang tidak penting. Jangan dihiraukan kalau semua itu tidak masalah bagi anda. Hehehe

Advertisements