Tags

, ,

Saya bersyukur pas pulang mudik kemarin memutuskan berangkat tanggal 19 Agustus alias pas Idul Fitri. Saya tidak ngoyo mencari tiket kereta, selain karena rumah saya jauh dari stasiun juga karena pertimbangan harga (karena pengennya naik eksekutif). Jauh-jauh hari saya mencoba memesan tiket bus ke pool bus GM di Pulogadung. Ternyata disuruh datang saja langsung pas mau berangkat. O, ya sudah…

Karena perasaan saya yang tidak enak, menjelang hari H saya mencoba menelpon lagi ke pool. Ow ow, ternyata tiket bus eksekutif untuk tanggal 17, 18, dan 19 sudah habis! Yang ada hanya tiket bus super eksekutif untuk tanggal 19. Itu pun hanya tersisa 2 kursi dan harga tiketnya…..  Rp450 ribu/kursi! Saya harus cepat memutuskan, karena saya harus sudah sampai di rumah sebelum tanggal 21, hari pernikahan adik saya. Akhirnya setelah berdiskusi dengan istri, saya ambil tiket itu. Terpaksa tidak akan duduk bersebelahan karena yang tersisa adalah kursi di depan dan belakangnya. Kurang nyaman, karena kami membawa serta si Olid. Tapi, demi bisa hadir di pernikahan adik, ya sudah lah…

Tanggal 18, saya menerima telepon dari pool GM. Mengabarkan kalau bus super eksekutifnya tidak bisa berangkat dan nanti akan dipindah ke bus eksekutif. selisih harga tiket akan dikembalikan. Huwaaaaa…. Saya yang sebelumnya sudah membayangkan akan naik bus yang nyaman menjadi agak kecewa namun ada rasa senang yang lebih banyak. Itu artinya akan menghemat ongkos dan bisa duduk bersebelahan. Alhamdulillaah…

Pada tanggal 19 Agustus siang, kami bersiap berangkat, Ternyata mencari taksi susahnya minta ampun! Taksi yang ada sudah pada terisi (penumpang maupun keluarga si sopir). Tanya di pool taksi dekat rumah, sopirnya pada nggak ada. Mudik. Walaupun sebelumnya sudah membayangkan akan jarang taksi, tapi ternyata kenyataannya lebih parah. Akhirnya kami “membajak” angkot untuk mengantarkan kami ke Pulogadung.

Lancar

Alasan lain kenapa kami memilih mudik tanggal 19 adalah dengan harapan jalanan akan lebih lancar karena puncak arus mudik sudah lewat. Dan itu memang benar adanya. Pada hari itu, hanya di beberapa tempat yang tersendat dan tidak lama-lama. Tol Jakarta – Cikampek padat sehingga bus keluar di Karawang Timur. Sepanjang jalan ramai lancar. Di Losari – Brebes sempat padat lagi dan selebihnya lancar. Sampai di Wirosari, tempat kami turun, sekitar pukul 03.30 pagi. Relatif tidak berbeda jauh dengan hari biasa. Saya bersyukur karena jika pulang tanggal 17, kami akan terkena macet panjang dan bisa-bisa baru sampai di rumah tanggal 19 siang. Tak terbayangkan…

Advertisements