Tags

, ,

imagesFan Boy Suzuki. Boleh lah saya dibilang begitu, hahaha. Motor yang saya pakai saat ini memang Suzuki, Shogun 125 RR. Saat ini saya kesengsem dengan satu motor Suzuki… Skydrive! What? Itu kan skutik jadul? Ya, walaupun jadul tetapi desainnya tetap up to date, menurut saya.

Mengapa suka Suzuki? Hmm, kayaknya sih karena memang sebagian besar waktu naik motor saya saya habiskan bersama Suzuki, bukan motor lain. Pertama kali belajar naik motor, saya naik Honda Astrea Grand. Dengan Grand, saya belajar menarik gas pelan-pelan. Motor ini kalau disentak bisa “lompat”, hehe. Berikutnya, saya mulai lancar naik motor menggunakan Suzuki Tornado GS. Dengan motor ini, saya mulai tidak takut pada sentakan gas. Nah, kemudian saya pernah naik Honda Karisma dan Yamaha Jupiter Z untuk pergi ke Blora. Dari dua motor ini, saya mendapat kesan tidak enak, karena motornya memang pas nggak sehat. Lalu saya pernah juga menggunakan Shogun 125. Nah, memakai motor ini saya merasa cocok. Mungkin sejak itu dalam pikiran saya berkembang motor Suzuki pas buat saya.

Shogun 125 RR pada akhirnya adalah motor yang saya beli, pada tahun 2009. Urusan sparepart, urusan boros atau tidak, urusan lebih kenceng atau tidak; bukan menjadi pertimbangan utama pada waktu itu. Desain dan perasaan nyaman menggunakan Suzuki sebelumnya kayaknya adalah faktor utama. Yah, walaupun pada awalnya nggak suka karena bentuknya aneh ~ ada yang bilang robot lah. Tapi, lama-lama saya suka juga ~ terutama velgnya. 😀 Dan, saya masih merasakan kenyamanan dengan RR, sama seperti Shogun generasi sebelumnya.

Di motoGP, sayang sekali pada akhir musim 2011 mereka undur diri. Yah, walaupun prestasi nggak bagus-bagus amat, tapi musim 2011 lalu menurut saya telah menumbuhkan harapan. Setidaknya, Bautista sempat beberapa kali lebih cepat daripada Ducati. Cuma karena keterbatasan biaya yang otomatis juga berdampak ke pengembangan motor, Suzuki akhirnya berhenti dari motoGP.

Melihat kondisi Suzuki yang sekarang, kasihan rasanya. Mereka pernah menjadi nomor 2 dan merajai even balapan di Indonesia. Tapi sekarang kalah bersaing sama Honda dan Yamaha. Bahkan mungkin lama-lama akan kalah juga dengan Kawasaki, bahkan tak mungkin juga TVS dan Bajaj bisa menyalip Suzuki. Inovasi tiada henti. Dulu sempat menjadi tagline Suzuki. Namun, kayaknya kok entah sejak kapan seolah Suzuki tanpa inovasi… Saya tidak tahu ada masalah apa di internal Suzuki, tapi berhentinya Pak Paulus Firmanto dari Suzuki padahal baru setahun tetap menyisakan tanya, ada apa dengan Suzuki? (Semoga nggak ada apa-apa). Saya cuma berharap Suzuki bisa lebih baik.

Itu Skydrive coba desainnya dipertahankan, tapi dengan mesin injeksi dan bagasi lebih luas. Kayaknya keren.

banner_main

Advertisements